06.05.2006

Penangkapan Berlebih Turunkan Populasi Ikan

JAKARTA – Delapan puluh persen perairan di Indonesia telah dieskploitasi secara berlebih. "Itu terjadi karena penangkapan berlebih dan penangkapan yang tidak ramah lingkungan," kata Staf Program Kelautan Indonesia, Marthen W. Leuna, kepada wartawan, Kamis (27/10).

Marthen mengatakan beberapa wilayah perairan yang terparah ada di Selat
Malaka, Laut Jawa, dan Laut Arafura. Kondisi tersebut, dia melanjutkan,
diperparah dengan maraknya penangkapan di lokasi ikan-ikan bertelur.

Menurut Marthen penangkapan di lokasi ikan bertelur sangat mengganggu
populasi ikan karang seperti kerapu dan kakap. Kedua ikan tersebut dikenal
bertelur dengan cara bergerombol di sebuah tempat yang dikenal dengan
Spawning Agregation Sites atau tempat pemijahan (bertelur).

Saat di lokasi pemijahan, kata dia, jumlah ikan yang berkumpul tiga kali
lebih banyak dibandingkan kondisi biasa. Hal tersebut yang membuat nelayan
tergiur untuk menangkap ikan di lokasi pemijahan.

Marthen mengatakan tindakan nelayan tersebut juga didorong oleh
meningkatkanya permintaan ikan karang di pasar internasional di Hongkong.
Harga ikan kerapu mencapai Rp 300 ribu per kilogram dan bias lebih mahal
jika dijual dalam keadaan hidup.

Kondisi tersebut, kata dia, sangat memprihatinkan karena kalau dilakukan
penangkapan pada saat bertelur maka populasi ikan akan terus menurun. Oleh
karena itu Marthen mengatakan pihaknya meminta agar di lokasi pemijahan
tertutup untuk penangkapan ikan.

Manajer kebijakan The Nature Conservancy, Abdul Halim, mengatakan tren
penangkapan di lokasi pemijahan tersebut terjadi di seluruh Indonesia dan
dunia. Ia mengatakan efeknya mulai terlihat yakni menurunnya populasi ikan
dan ukuran ikan terus menurun setiap tahunnya.

Menurunnya ukuran ikan tersebut, lanjutnya, menunjukkan terjadinya
penangkapan berlebihan karena sebelum mencapai ukuran maksimum ikan telah
ditangkap. Menurut Abdul saat ini peningkatan jumlah armada penangkap ikan
lebih pesat daripada kecepatan kemampuan ikan untuk memulihkan jumlah.

Abdul juga prihatin karena penurunan penangkapan berlebih juga terjadi di
kawasan taman nasional, seperti di Taman Nasional Pulau Komodo dan Taman
Nasional karimun Jawa. Di tempat tersebut selain terjadi penangkapan di
tempat pemijahan juga terjadi penangkapan ikan dengan pukat dan sianida.

Les commentaires sont fermés.