06.05.2006

Pendidikan Lingkungan Dinilai Penting

JAKARTA – Forum Lingkungan Asia –Eropa (Asia-Europe Environment Forum / ASEF) merekomendasikan pentingnya pendidikan lingkungan hidup, khususnya tentang pembangunan berkelanjutan. "Kita perlu mengidentifikasi semua hal tentang pembangunan berkelanjutan di bebagai perjanjian internasional dan mengkomunikasikannya kepada menteri pendidikan untuk diajarkan kepada masyarakat," kata Direktur Earth Council Asia-Pacific, Ella Antonio, ketika menyampaikan rekomendasi hasil pertemuan acara "1/3 of Our Planet: What Can Asia and Europe Do for Sustainable Development", Jumat (25/11).

Ella mengatakan pendidikan tersebut penting agar ada partisipasi lebih luas dalam menyelenggarakan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan kelestarian lingkungan apalagi negara-negara di Eropa dan Asia masih menghadapi banyak permasalahan lingkungan. ASEF, kata Ella, juga meminta semua konferensi tentang pembagunan dan lingkungan hidup memasukkan agenda pendidikan pembangunan berkelanjutan.

ASEF juga merekomendasikan konsep pembagunan berkelanjutan agar diintegrasikan ke dalam konstitusi agar lebih diperhatikan oleh berbagai pihak. Lembaga penyusun dan penegak peraturan perundang-undangan, lanjutnya, juga perlu lebih banya dilibatkan dalam penerapan pembangunan berkelanjutan.

Direktur Regional Institute for Environment Technology, Philipe Bergeron, yang juga menyampaikan lapoan rekomendasi mengatakan ASEF menilai akses informasi tentang lingkungan hidup juga harus dipromosikan sebagai hak asasi manusia yang universal. Hal tersebut, kata dia, terutama sekali terkait dengan diperlukannya partisipasi dan pengawasan publik dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

Philipe juga menyampaikan beberapa masalah lingkungan yang harus dihadapi Asia dan Eropa ke depan, yakni pencemaran bahan beracun berbahaya, sistem transportasi perkotaan yang tidak ramah lingkungan, pencemaran udara dan kerusakan ozon, kerusakan hutan, serta perubahan iklim. Menurutnya, negara-negara di Asia an Eropa harus secara serius bekerja sama untuk menghadapinya.

ASEF, kata dia, melihat lemahnya perangkat dan penegakan hokum terhadap perusak hutan. Oleh karena itu Philipe mengatakan bahwa Asia dan Eropa akan bekerjasama untuk menyusun paduan penebangan kayu yang ramah lingkungan dan juga mempromosikan pemanfaatan hasil hutan selain kayu.

Rekomendasi lainnya adalah soal pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dengan jalan efisiensi dan pengurangan produksi minyak diganti dengan energi terbarukan. Philipe juga mengatakan masalah perubahan iklim akibat emisi bahan baker minyak juga harus banyak disampaikan kepada masyarakat luas.